Kamis, 04 Juni 2009

Risiko bawaan adalah faktor kerentanan laporan keuangan terhadap salah saji material, dengan asumsi tidak ada pengendalian intern.(Arens dan Loebbecke, 1997;225).

Sedangkan menurut SPAP, 2001, risiko bawaan adalah kerentanan suatu saldo akun atau golongan transaksi terhadap suatu salah saji yang material dengan asumsi bahwa tidak terdapat kebijakan dan prosedur struktur pengendalian intern yang terkait.

Risiko bawaan adalah faktor kerentanan laporan keuangan dan saldo akun terhadap salah saji material dengan asumsi tidak terdapa pengendalian intern yang terkait. Kalau berkesimpulan bahwa akan banyak kemungkinan salah saji tanpa pengendalian intern, maka disebut bahwa risiko bawaan tinggi. Faktor pengendalian intern tidak diperhitungkan dalam menetapkan risiko bawaan karena dalam model risiko audit hal itu akan dipehitungkan tersendiri sebagai risiko pengendalian. (Arens dan Loebbecke, 1997;225)

Hubungan risiko bawaan dengan risiko penemuan serta rencana pengumpulan bahan bukti adalah bahwa, risiko bawaan sifatnya adalah berbanding terbalik dengan risiko penemuan, dan berbanding lurus dengan bahan bukti.(Arens dan Loebbecke, 1997;225)

Dimasukkannya risiko bawaan dalam model risiko audit adalah salah satu konsep terpenting dalam auditing. Ini menandakan bahwa auditor harus memprediksi dimanakah (dalam segmen laporan keuangan) salah saji yang paling mungkin terjadi dan dimana kemungkinannya paling kecil. Informasi ini mempengaruhi jumlah bahan bukti yang dikumpulkan dan bagaimana auditor mengalokasikannya dalam segmen-segmen audit.

Selalu ada risiko bahwa klien membuat salah saji yang secara individual ataupun kolektif cukup besar untuk membuat laporan keuangan menyesatkan. Salah saji ini dapat disengaja maupun tidak, dan mempengaruhi saldo-saldo akun maupun pengungkapan. Risiko bawaan dapat relatif rendah dalam kasus tertentu atau cukup tinggi pada kasus lain.

Model risiko audit menunjukkan dekatnya hubungan antara risiko bawaan dan risiko pengendalian. Kombinasi dari keduanya dapat dikatakan sebagai ekspetasi salah saji setelah mempertimbangkan faktor pengendalian intern. Risiko bawaan adalah perkiraan salah saji sebelum mempertimbangkan pengaruh pengendalian intern.(Arens dan Loebbecke,1997;229)

Auditor harus melaksanakan audit untuk mengurangi risiko audit sampai tingkat yang rendah, yang menurut pertimbangan profesional auditor, tepat untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan. Dalam melakukannya, auditor perlu untuk mempertimbangkan risiko audit pada tingkat laporan keuangan dan pada tingkat saldo akun atau kelompok transaksi. Dalam mempertimbangkan risiko audit, pada tingkat laporan keuangan secara keseluruhan, auditor mempertimbangkan risiko salah saji material yang berkaitan secara luas dan mendalami (pervasively) kepada laporan keuangan dan secara potensial mempengaruhi banyak asersi. Risiko seperti itu, sering berhubungan dengan lingkungan pengendalian entitas dan mungkin relevan dengan pertimbangan auditor mengenai risiko salah saji material yang timbul dari kecurangan (misalnya, manajemen mengesampingkan kepentingan internal). Auditor juga mempertimbangkan risiko audit pada tingkat saldo akun individual atau tingkat kelompok transaksi karena pertimbangan tersebut secara langsung membantu auditor untuk merencanakan prosedur audit yang tepat untuk akun-akun atau transaksi tersebut.(William, Steven, dan Glover, 2006;88)

Pada awal audit tidak banyak yang bisa diperbuat untuk mengubah risiko bawaan. Sebaliknya, auditor harus menetapkan faktor-faktor pembentuk risiko tersebut dan memodifikasi bahan bukti audit. Faktor-faktor utama di bawah ini harus ditelaah dalam menetapkan risiko bawaan:(Arens dan Loebbecke, 1997;229)

1. Sifat Bidang Usaha Klien

Risiko bawaan dalam beberapa hal dipengaruhi oleh sifat bidang usaha dari perusahaan klien sendiri. Risiko bawaan tiap jenis usaha akan lebih bervariasi pada akun seperti persediaan, piutang usaha, piutang pinjaman, tanah dan bangunan. Sifat usaha ini akan kurang pengaruhnya untuk akun kas, wesel tagih dan utang hipotek.

2. Integritas Manajemen

Jika manajemen didominasi satu atau beberapa orang yang integritasnya kurang, maka kemungkinan bahwa laporan keuangan disalah sajikan akan lebih besar. Auditor mengambil risiko profesional dan hukum yang besar jika mereka menerima penugasan dari klien yang integritasnya kurang, dan banyak kantor akuntan publik tidak akan menerima penugasan demikian.

3. Motivasi Klien

Dalam situasi tertentu, manajemen dapat merasa bahwa akan lebih menguntungkan mensalah sajikan laporan keuangan. Misalkan jika manajemen akan menerima presentase dari laba sebagai bonus, maka mungkin terjadi kecenderungan untuk melebih sajikan laba bersih. Demikian pula kalau suatu utang obligasi mensyaratkan rasio likuiditas tertentu, klien mungkin berkeinginan untuk melebih sajikan aktiva lancar dan mengkurang sajikan utang lancar untuk memenuhi hal tersebut. Juga, perlu dipertimbangkan motivasi untuk mengurang sajikan laba sebelum pajak untuk mengurangi pajak yang harus dibayar. Jadi kalau manajemen tidak memiliki integritas yang tinggi, motivasi tertentu bisa membuat mereka mensalah sajikan laporan keuangan.

4. Hasil Audit Sebelumnya

Salah saji yang terjadi pada audit sebelumnya memiliki kemungkinan untuk terjadi lagi dalam audit tahun berjalan. Ini disebabkan beberapa salah saji mempunyai sifat yang sistemis dan organisasi cenderung lambat untuk melakukan pengubahan untuk mengatasinya. Maka auditor harus dianggap lalai jika tidak memperhatikan hasil audit tahun sebelumnya dalam audit program tahun berjalan.

5. Penugasan Pertama Atau Penugasan Ulang

Auditor akan memiliki pengetahuan dan pengalaman mengenai kemungkinan terjadinya salah saji setelah audit sebuah klien untuk beberapa tahun. Tidak adanya pengalaman sebelumnya biasanya membuat auditor menetapkan tingkat risiko bawaan yang lebih tinggi daripada penugasan ulang tanpa salah saji yang material. Kebanyakan auditor menetapkan risiko bawaan yang tinggi pada penugasan pertama, dan menguranginya pada tahun-tahun berikutnya setelah memperoleh pengalaman.

6. Hubungan Istimewa

Transaksi antara induk perusahaan dengan anak perusahaan satu antara perusahaan dengan pribadi manajemennya adalah contoh hubungan istimewa seperti yang didefinisikan PSAK 7. Transaksi yang dilakukan dua pihak yang independen dan dilaksanakan secara normal tidak termasuk dalam definisi ini. Dalam hal transaksi semacam ini terjadi, auditor harus meningkatkan risiko bawaan klien yang bersangkutan.

7. Transaksi Tidak Rutin

Transaksi yang tidak biasa akan lebih besar kemungkinannya untuk tidak dicatat dengan benar karena kurangnya pengalaman klien dalam penanganannya. Contohnya, adalah kerugian karena kebakaran, pembelian tanah dan bangunan yang besar atau persetujuan sewa guna usaha.

8. Pertimbangan yang Diperlukan Untuk Mencatat Saldo Akun dan Transaksi Secara Benar.

Banyaknya akun yang melibatkan unsur estimasi dan pertimbangan manajemen. Contohnya, adalah pengisian piutang tak tertagih, usangnya persediaan, kewajiban pembayaran garansi, dan cadangan kredit tak tertagih. Demikian pula transaksi perbaikan besaran-besaran atau penggantian aktiva merupakan contoh diperlukannya perkembangan untuk mencatat transaksi dengan benar.

9. Kerentanan Terhadap Kecurangan

Auditor perlu mempertimbangkan risiko akan adanya kecurangan dalam situasi dimana relatif mudah untuk memindahkan aktiva perusahaan menjadi milik pribadi. Contohnya, kalau uang tunai, efek-efek, atau persediaan yang mudah dijual tidak diawasi dengan baik. Kalau ini terjadi, risiko bawaan harus ditingkatkan.

10. Unsur-Unsur Populasi

Unsur-unsur individual yang membentuk populasi seringkali mempengaruhi ekspektasi salah saji yang material. Misalkan, kebanyakan auditor menetapkan risiko bawaan yang tinggi untuk akun piutang usaha yang kebanyakan telah jatuh tempo daripada yang unsur-unsurnya piutang yang masih baru. Transaksi dengan peruahaan afiliasi, piutang karyawan, pembayaran utang lewat kas dan piutang usaha yang belum tertagih beberapa bulan adalah situasi yang membutuhkan risiko bawaan yang tunggi dan karenanya membutuhkan penelaahan lebih seksama karena lebih tingginya kemungkian terjadi salah saji dari transaksi biasa.

1 komentar:

  1. polos dan sederhana, mr pedro adalah orang yang paling baik dan petugas pinjaman terbaik di layanannya. kami memiliki jalan yang sangat bergelombang selama seluruh proses renovasi bisnis kami, karena keadaan kehabisan dana. mr pedro tetap di atas semua pihak untuk memastikan semuanya tetap pada jalurnya untuk memenuhi tenggat waktu yang ketat untuk menutup pinjaman kami. kami menghargai semua yang dia lakukan untuk kami dan kami sangat merekomendasikan dia dan perusahaan pinjamannya kepada siapa pun yang ingin mendapatkan pembiayaan. terima kasih kembali pak pedro. hubungi mr pedro jerome di: pedroloanss@gmail.com juga di whatsapp: +1-8632310632.

    BalasHapus